Biografi Aldila Sutjiadi - Srikandi Tenis Indonesia (Bagian Ketiga) - ayo tenis

Biografi Aldila Sutjiadi - Srikandi Tenis Indonesia (Bagian Ketiga)

Biografi Aldila Sutjiadi - Srikandi Tenis Indonesia (Bagian Ketiga)

ayotenis, 26 Maret 2020 - Biografi Aldila Sutjiadi - Srikandi Tenis Indonesia (Bagian Ketiga).

Ketekunan berlatih serta perjuangan gigih telah ditunjukkan dan dilakoni Aldila Sutjiadi sejak kanak-kanak. 

"Semua anak saya waktu kecil berlatih tenis di KTKG yang di pimpin oleh Pak Hadiman. Amdanu mulai umur 14 tahun mengikuti TC yang diadakan oleh PP PELTI (Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia -red) yang ketika itu dipimpim oleh Ibu Martina Widjaja, dilatih oleh Pak Roy Morrison (alm)." kata Indriatno Sutjiadi.

Ditambahkannya, seperti sang kakak, Aldila awalnya juga berlatih di KTKG, namun ketika menginjak usia sekitar 9-10 tahun mulai berlatih di MTC (Morrison Tennis Club) hingga berusia 18 tahun.

"Awalnya di KTKG berlatih dua kali seminggu, kemudian meningkat menjadi tiga kali seminggu dan terkadang lebih sesuai kemauan/kesempatan yang ada. Kemudian sejak di MTC latihan lebih intensif, bahkan sejak usia 12 tahun mereka berlatih hampir tiap hari setelah pulang sekolah." kenang Indriatno.

"Jika jemput pulang sekolah, bawa makanan siang karena langsung latihan (makan di jalan ketika menuju ke lapangan). Sorenya waktu jemput juga bawa makanan malam, dimakan di mobil seusai latihan. Sampai rumah, mereka mandi dan bereskan buku-buku untuk besok dan belajar." imbuhnya.

Diceritakannya pula, ketika duduk di bangku SMA, Aldila terkadang harus melakoni latihan pagi hari mulai pukul 07.00 hingga 09.00, sehingga harus ijin untuk masuk sekolah pada pukul 10.00, beruntung Aldila mendapat dukungan penuh pihak sekolah Jubilee.

Ketika remaja seusianya punya banyak waktu bersantai dengan teman-temannya, masa remaja Aldila lebih banyak tersita untuk berlatih tenis dan belajar. Hal yang mungkin tak mudah dilakoni oleh pelajar seumuran Aldila bila tak memiliki motivasi tinggi, disiplin serta dukungan penuh dari keluarga dan lingkungannya. 

"Kami punya prinsip bahwa sekolah dan tenis harus bisa berjalan bersamaan, dan itu terbukti dengan Amdanu dan Aldila yang bahkan mendapatkan bea siswa dari universitas di Amerika Serikat dan mereka bisa lulus dengan predikat Summa Cum Laude sekaligus menjadi pemain Nasional Indonesia." tutur Indriatno.

Bersambung: Biografi Aldila Sutjiadi - Srikandi Tenis Indonesia (Bagian Keempat)

Baca juga Jadwal Turnamen dan Info Tenis Terkini lainnya

Tak ingin ketinggalan update berita tenis terkini? Follow instagram kami @ayotenis


Aldila Sutjiadi ketika berumur 6 tahun bersama kedua kakaknya,
Adrianus Jonathan Amdanu Sutjiadi dan Antonius Andhika Sutjiadi

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 ayo tenis | All Right Reserved