Biografi Aldila Sutjiadi - Srikandi Tenis Indonesia (Bagian Kesembilan) - ayo tenis

Biografi Aldila Sutjiadi - Srikandi Tenis Indonesia (Bagian Kesembilan)

Biografi Aldila Sutjiadi - Srikandi Tenis Indonesia (Bagian Kesembilan)

ayotenis, 20 Mei 2020 - Biografi Aldila Sutjiadi - Srikandi Tenis Indonesia (Bagian Kesembilan).


Karier Aldila Sutjiadi mulai menampakkan titik cemerlang saat berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau tahun 2012. Kala itu, di usianya yang ke 17 tahun, Aldila membuat kejutan besar dengan sukses memborong tiga medali emas.

Pada pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut, Aldila Sutjiadi menyabet tiga medali emas yang didapatnya dari nomor tunggal putri, ganda putri dan beregu putri.

Di nomor tunggal putri, gadis penyuka bubble tea itu berhak naik ke podium tertinggi usai memenangi laga bertajuk "all DKI Jakarta final" yang mempertemukan dirinya melawan rekannya sesama anggota skuad Ibu Kota, Vonny Darlina.

Berduel di Stadion Tenis PTPN V Pekanbaru, Riau, Rabu, 19 September 2012, Vonny Darlina yang ketika itu bertengger di peringkat tiga PNP (Peringkat Nasional Pelti), harus mengakui ketangguhan Aldila Sutjiadi dalam dua set langsung, 1-6, 5-7.

Sementara di nomor ganda putri, Aldila Sutjiadi yang bertandem dengan Athena Natalia, berhak menerima pengalungan medali emas setelah di final mengandaskan perlawanan pasangan andalan kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Rani Fitriya Wardhani/Rekyan Woro. 

Aldila/Athena yang memang ditargetkan memboyong medali emas nomor ganda putri, membekuk Rani/Rekyan melalui pertarungan ketat yang harus dituntaskan melalui super tie break, berkedudukan akhir 3-6, 6-1. (10-7).

Satu lagi medali emas dipersembahkan oleh Aldila Sutjiadi untuk kontingen Ibu Kota berasal dari nomor beregu putri. Selain Aldila Sutjiadi, pada PON Riau, skuad beregu DKI Jakarta diperkuat oleh Vonny Darlina, Athena Natalia, Dina Karina dan pelatih Roy Morison.

"Pada PON Riau tahun 2012, target Putri dua emas, yang dibidik dari nomor beregu dan ganda, akhirnya dapat tiga emas, beregu, tunggal dan ganda." kata Indriatno Sutjiadi kepada ayotenis.com, Selasa (24 Maret 2020).
"Lawan berat di tunggal waktu itu Beatrice Gumulya dan Cynthia Melita yang lebih senior dari Aldila. Beatrice kalau tidak salah seed-1 tetapi di perempatfinal kalah dari Cynthia. Di semifinal Aldila menang lawan Cynthia (Jawa Tengah) dengan rubber set dan di final vs Vony Darlina, sesama DKI, Aldila menang straight set, 6-1, 7-5." kenang Indriatno.

"Di nomor ganda putri Aldila berpasangan dengan Athena yang  di targetkan medali emas, di final mereka menang lawan pasangan DIY, dengan rubber set. Kala itu tim putri DKI Jakarta dilatih oleh almarhum Pak Roy Morrison." imbuhnya.

"Di PON Riau Beatrice main untuk Kalimantan Timur, saya lupa apa dia seed-1 karena dia saat itu sedang kuliah di USA. Sedangkan tim DKI Jakarta beranggotakan Aldila, Voni Darlina, Athena dan Dina Karina." urai Indriatno.

Aldila Sutjiadi ketika menyabet medali emas PON XVIII Riau tahun 2012


Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 ayo tenis | All Right Reserved